Earth Hour??? Apaan tuh???
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa Earth Hour itu. Saya sendiri pun baru saja tahu sendikit tentang Earth Hour. Awalnya sekedar mengunjungi situs WWF Australia (www.wwf.org.au) untuk mencari suatu artikel yang pernah dipublikasikan melalui siaran berita pagi BBC Indonesia (saya lupa edisinya, tapi sekitar bulan Oktober lalu). Artikel yang saya cari menyangkut laporan WWF mengenai kondisi air laut yang semakin naik dari tahun ke tahun, dan ancaman global yang jika tidak ditanggulangi segera, dalam kurun waktu 5-10 tahun, kerusakan yang ada di bumi ini sudah tidak dapat lagi diperbaiki. Sambil membaca artikel tentang Dhaka, Manila, dan Jakarta sebagai kota terancam (lihat post sebelumnya), saya lalu tertarik dengan link hitungan waktu/countdown di bar kanan halaman WWF itu. Dan di bawahnya tertera Vote Earth; Earth Hour. Awalnya, saya hanya sekilas berpikir tentang waktu khusus untuk bumi, semacam waktu hymne atau apalah. Saya juga belum tahu tentang WWF Indonesia.
Karena tergerak untuk membuat blog lagi tentang kampanye penyelamatan bumi, saya kembali mengunjungi situs WWF, dan baru terlihat ada link sites dan saya berpikir mungkin saja ada link untuk Indonesia. Dan ternyata memang ada WWF Indonesia. Di situs ini pula saya baru mengerti tentang Earth Hour.
Jadi, Earth Hour, maksudnya adalah kampanye penyelematan bumi dengan mematikan listrik selama satu jam secara serempak di seluruh dunia pada hari Sabtu, tanggal 27 Maret 2010, pukul 20.00-21.00 waktu setempat. Ini dimaksudkan sebagai bentuk pengurangan efek penggunaan listrik di bumi. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Earth Hour ini dilaksanakan baru di kota Jakarta. Alasannya karena 20% dari konsumsi listrik di Indonesia terkonsentrasi di Jakarta.
Mengapa satu jam?
Hmm, alasan jelasnya, saya pun tidak sepenuhnya mengerti. Tapi bila ditengok kembali pola hidup modern saat ini, hidup tanpa listrik selama beberapa menit saja terasa sangat sulit. Apalagi seluruh kegiatan dan peralatan yang ada saat ini hampir semua menggunakan listrik sebagai sumber energi. Tapi, menurut pihak penyelenggara, memadamkan lampu di Jakarta selama satu jam sama dengan:
- Mengurangi
penggunaan listrik sebesar 300MW (cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit
listrik dan menyalakan 900 desa)
- Mengurangi beban biaya listrik Jakarta
sekitar Rp 200 juta
- Mengurangi
emisi sekitar 284 ton CO2
- Menyelamatkan
lebih dari 284 pohon
- Menghasilkan
O2 untuk lebih dari 568 orang
Lalu?
Nah, tentu saja ini merupakan langkah yang sangat positif untuk membantu menyelamatkan bumi. Banyangkan saja, jika seluruh warga kota yang turut berpartisipasi secara global mematikan lampunya secara serempak selama satu jam, itu bisa berarti mengurangi penggunaan listrik sebesar 4.000 x 300MW atau mungkin lebih, mengingat jumlah kota yang berpartisipasi tahun 2009 sebesar 4.000 (belum termasuk Jakarta) dan banyak kota yang lebih besar dari kota Jakarta. Bisa membantu mengurangi emisi, menciptakan udara yang lebih bersih, dan sebagai bentuk refresh bagi bumi.
Jadi, buat Anda penghuni kota Jakarta, AYO! JADILAH BAGIAN DARI 1 MILYAR WARGA DUNIA DALAM MISI PENYELAMATAN BUMI. HANYA SATU JAM! Aksi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Jakarta. Pada saat yang bersamaan, lampu-lampu di bangunan bersejarah seperti Monumen Nasional (Monas) serta di beberapa ciri khas kota Jakarta lainnya, seperti Patung Pemuda, Jembatan Semanggi, Bundaran HI, Air Mancur Arjuna Wiwaha dan tak terkecuali kantor gubernur balaikota akan dipadamkan.
Buat Anda di luar Jakarta, Anda pun bisa berpartisipasi! Ajak teman, keluarga, dan siapa saja untuk berpartisipasi dalam aksi penyelamatan bumi ini.
PILIH BUMI SELAMAT atau SEKARAT? PILIHAN ADA DI TANGAN KITA! SAYA PILIH BUMI SELAMAT!!! ANDA???

jelas pilih bumi selamatlah...
ReplyDeletetapi orang-orang memang menganggap hal ini sepele, misalnya saja soal penghematan energi dgn mematikan listrik. yang ada, orang-orang sering menyalakan lampu padahal hari udah terang...
setuju...
ReplyDelete