Biopori adalah lubang resapan air yang dibuat khusus untuk menjaga ketersediaan air dalam tanah dan mencegah banjir. Cara kerja lubang ini adalah dengan adanya sampah organik dalam lubang biopori, akan memancing organisme pengurai dalam tanah untuk menguraikan sampah organik. Kehadiran organisme pengurai ini akan membantu menggemburkan tanah dan membuat pori-pori/lubang-lubang baru yang semakin banyak, yang pada akhirnya akan memudahkan air untuk meresap ke dalam tanah.Cara membuat lubang biopori ini cukup mudah.
- Buat lubang secara vertikal selebar 10 cm, dengan kedalaman 80-100 cm.
- Untuk pinggiran lubang, dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3 cm dan tebal 2 cm.
- Isi lubang dengan sampah-sampah organik sampai penuh (sampah dapur, daun-daun, rumput, dan sampah lainny).
- Jika sampah dalam lubang resapan sudah mulai berkurang, isi kembali dengan sampah organik yang baru (biasanya dalam kurun waktu 2-5 hari).
Lubang biopori ini sangat bermanfaat terutama dalam menjaga lingkungan tetap sehat.
- Menjaga ketersediaan air tanah karena fungsi utamanya adalah sebagai lubang resapan air.
- Mencegah banjir secara tidak langsung karena air hujan akan banyak meresap ke dalam tanah, sehingga mengurangi air mengalir di permukaan.
- Menggemburkan tanah sehingga tanah bisa tetap sehat.
- Mengurangi limbah sampah rumah tangga. Satu lubang resapan dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm dapat diisi dengan sampah organik sebanyak 7,8 liter. Bayangkan dampaknya terhadap lingkungan. Polusi lingkungan bisa dikurangi. Jika setiap rumah memiliki satu saja lubang resapan, berarti setiap rumah bisa berkontribusi mengurangi sampah sebanyak 7,8 liter.
- Sebagai pabrik pupuk kompos alami, lubang resapan ini akan menghasilkan pupuk kompos hasil penguraian oleh organisme pengurai dalam tanah. Dalam waktu 3 bulan biasanya pupuk kompos ini bisa dipanen. Jadi, bisa hemat lagi untuk penyediaan pupuk tanaman rumah.
Untuk lokasi pembuatan lubang biopori ini, dapat dibuat di halaman rumah, perkantoran, lapangan parkir, parit/selokan yang berfungsi hanya untuk aliran pembuangan air hujan saja, atau di kebun dan areal terbuka lainnya.
Selain untuk meresapkan air hujan, lubang resapan ini juga dapat diisi dengan air selokan yang tergenang. Jadi, meskipun hujan tidak turun, air limbah rumah tangga dapat dialirkan ke dalam lubang resapan, sehingga bisa lebih membantu ketersediaan air tanah.
Penting untuk memperhatikan sampah yang dimasukkan ke dalam lubang resapan adalah sampah organik, bukan non-organik seperti plastik, kaleng, dll, karena nantinya tidak akan diurai oleh organisme pengurai.
Sumber: Jakarta.go.id; Tim Biopori IPB
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteKalau seandainya BPLHD meminjamkan atau memberi setiap RT alat bor (pembuat lubang) biopori, pasti target di DKI yang harus mempunyai sejumlah biopori akan cepat tercapai. Saya tinggal di gading serpong (daerah bukan banjir) tetapi ingin rasanya membuat biopori dihalaman kami, agar dapat membantu resapan air. tapi maaf wilayah kami belum ada yang punya alat tersebut.
ReplyDelete